Habib Bahar Smith Dituntut 5 Tahun Penjara, “Sampai Jumpa di Pengadilan Akherat Wahai Londo-Londo Ireng”

  • Bagikan
X

Duniagital.com, Jakarta - Kuasa hukum Habib Bahar Smith Aziz Yanuar angkat bicara usai kliennya dituntut 5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus penyebaran berita bohong.

Aziz menilai bahwa tuntutan itu adalah bukti bahwa hukum telah jadi alat penguasa dengan memenjarakan pihak yang dianggap sebagai lawan politik penguasa.

"Bahwa terkait tuntutan JPU pada persidangan Habib Bahar bin Smith, untuk kesekian kali sudah kita kembali saksikan bersama, bahwa hukum sudah menjadi alat penguasa untuk memenjarakan semua pihak yang dipersepsikan sebagai lawan oleh penguasa", kata Aziz dikutip dari 

Praktik hukum semacam ini dinilai mirip di era kolonial.

"Cara kerja hukum yang demikian adalah persis dan tidak ada bedanya dengan masa penjajahan pemerintahan kolonial Belanda, yang memenjarakan semua pihak yang menentang penjajahan kolonial dengan tuduhan membuat keonaran, mengganggu ketertiban umum, ekstrimis dan berbagai tuduhan lainnya.", tambahnya. 

"Bedanya jika dahulu masa kolonial yang menjalankan tuntutan dan menjatuhkan hukuman penjara adalah bangsa Kulit putih, namun sekarang dijalankan oleh orang-orang bangsa sendiri yang otak, watak Dan prilakunya sama dan sejalan dengan cara dan metode kolonialis", lanjut alumnus Universitas Pancasila itu.

Sumber: genpi.co

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan