“Kesaksian Ibu Putri Diperlukan, tapi Karena yang Bersangkutan Masih Stres, jangan diganggu”

  • Bagikan
X

Duniagital.com, Jakarta - Komentator politik Rocky Gerung menilai Kapolri Listyo Sigit Prabowo seperti tersandera akibat pengusutan kasus Brigadir J.

"Semua masyarakat berharap minggu ini dipercepat, karena ingin melihat hasil otopsi Brigadir Yoshua. Katanya kasus yang mustinya dua atau tiga hari selesai ini tiba-tiba jadi panjang ceritanya. Pengungkapannya saja sudah terlambat, sudah tiga hari. Jadi sekarang ditambah otopsi lagi baru 4 bulan. Itupun modalnya nanti pengembangan penyidikan. Jadi, bisa jadi lama ini dan Pak Listyo Sigit makin lama makin tersandra oleh kasus ini," kata Rocky di akun Youtubenya.

Rocky menilai semakin pengungkapan kasus berlarut-larut, semakin banyak timbul spekulasi-spekulasi liar.

"Ini kasus yang sederhana yang jadi rumit karena dugaan-dugaan non-kriminal itu dipermainkan oleh pers sebetulnya untuk mendorong agar supaya ini dipercepat. Ini kalau pers bikin sensasi, itu berbahaya. Tetapi, pada saat yang sama sensasi itu harusnya ditutup melalui substansi yang harusnya dipercepat diprioritaskan melalui analisis otopsi," tambahnya.

Ia menilai saat ini banyak pihak tertekan stres, seperti Kapolri, keluarga korban dan tentu saja istri Ferdy Sambo, Putri Chandrakirana.

"Saya percaya Polri tentu tertekan. Tetapi saya dukung Kapolri dan Kapolda mengatakan bahwa ada dua korban. Korban pertama adalah Yosua dan itu adalah hak keluarga untuk menuntut pengungkapan kasus ini, korban kedua adalah Ibu Putri yang sampai sekarang mungkin masih stres. Jadi, sebetulnya dua korban ini akan menghasilkan rangkaian pembuktian yang memungkinkan publik akhirnya pulih kepercayaan pada Polri. Jadi fokus pada dua korban ini,"

Sumber: bogor.suara.com

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan