Tantangan Budaya Digital di Negara Multikultural

  • Bagikan
X

Duniagital.com, Jakarta - Masyarakat digital yang berasal dari beragam budaya dan letak geografis akan lebih harmonis jika memiliki kesadaran dalam etika saat berinteraksi di ruang digital. Sebab itu, budaya bermedia digital dipandang penting sebagai landasan dalam berinteraksi di ruang maya.

Komunikasi di ruang digital juga tidak terbatas waktu dan tempat dalam menerima informasi. Siapa saja bisa mengakses informasi tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun pendidikan.

"Bahkan semua orang juga lebih mudah berekspresi, mengeluarkan pendapat," kata Anggota Tular Nalar Guru Lansia dan Koordinator Wilayah Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Astin Meiningsih saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Kamis (28/7/2022).

Akan tetapi ternyata ada tantangan budaya digital yang dialami bangsa Indonesia dengan perkembangan dunia ke arah digitalisasi. Seperti mengaburnya wawasan kebangsaan, menipisnya kesopanan dan kesantunan, menghilangnya budaya Indonesia sebab media digital menjadi panggung budaya asing.

Kemudian ada masalah lain akibat minimnya pemahaman akan hak-hak digital dan kebebasan berekspresi yang kebablasan, berkurangnya toleransi dan penghargaan pada perbedaan sehingga kadang mudah tersulut dengan isu SARA.

Di media sosial juga terjadi kehilangan batas-batas privasi, sehingga dengan mudahnya pelanggaran arus informasi pelanggaran hak cipta dan karya intelektual.

Sumber: suara.com

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan