Berkomentar Positif Tangkal Opini Menebar Kebencian di Dunia Maya

  • Bagikan
X

Duniagital.com, Jakarta - Etika di ruang digital sama dengan di dunia nyata. Setiap orang tidak bisa seenaknya berkomentar di media digital. Ada etika-etika yang perlu dipahami. Misalnya jangan membalas kebencian dengan kebencian.

Sekarang ini banyak orang kebablasan menyuarakan pendapatnya. Komentar yang dilontarkan bahkan terkadang menggirinng opini menebar kebencian. Dampaknya tentu bisa terjadi perpecahan jika tidak diklarifikasi.

“Biasanya perpecahan atau opini hatespeech dari hoax. Kalau misal itu dari hoax, kita cukup berikan klarifikasinya. Misalnya ada hoax tentang suku, yang memancing suka a melawan suku b. Pada dasarnya itu tidak benar. Kita cari yang benar, kemudian posting sehingga semua orang bisa baca, melihat, dan mendapat pengertian yang sebenarnya,” kata Komite Edukasi Mafindo, Julita Hazeliana M, S.E saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (29/7/2022).

Ketika bermedia digital, setiap individu harus melakukan semuanya dengan sadar. Kesadaran ini bisa menimbulkan rasa tanggung jawab. Setiap postingan di media digital, baik positif dan negatif, memiliki konsekuensi.

“Sebarkan pengetahuan informasi yang sudah terbukti benar (bukan hoax),” ujar Julita.

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial. Dapat dikatakan pengguna internet mencapai 61.8% dari total populasi Indonesia.

Sumber: rm.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan