Harus Bijak Ya: Rekam Jejak Digital Mudah Diduplikasi, Tapi Susah Dilenyapkan

  • Bagikan
X

Duniagital.com, Blitar - Pemetaan kebiasaan dapat mudah dilakukan di era teknologi yang makin canggih. Hal itu dilakukan hanya dengan membaca jejak yang ditinggalkan seseorang di aktivitas digital. 

Misalnya dari hal yang sederhana, seperti mesin pencarian Google dan Google Maps, pola keseharian setiap orang menjadi mudah dipelajari pihak lain.

Kemudahan teknologi memiliki sisi yang perlu diwaspadai. Yakni jejak-jejak di dunia digital. Unggahan foto atau status, konten, blog, vlog, komentar, riwayat pencarian, transaksi belanja, riwayat email, riwayat telepon, dan video call. Data-data ini merupakan jejak digital yang ditinggalkan pengguna media digital secara sadar maupun tidak sadar. 

“Jejak digital adalah rekam atau bukti yang ditinggalkan setelah beraktivitas di internet yang berpotensi untuk dicari, dilihat, disalin, dicuri, dipublikasikan, dan diikuti orang lain. Jejak digital dapat membentuk citra diri seseorang. Jejak digital buruk dapat merugikan diri sendiri,” kata Ketua RTIK Kab. Ngawi, Fetty Kurnia saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Jumat (29/7).

Rekam jejak digital bersifat abadi. Apalagi postingan kontroversial, pasti sudah ada akun lain yang sudah capture dan menyimpannya. Sehingga terkadang rekam jejak digital menimbulkan masalah pada kemudian hari.

Rekam jejak menjadi profil diri selama berselancar di media digital. Sebab itu, setiap individu perlu merawatnya dengan melakukan pengecekan berkala. Terpenting selalu membuat konten positif.

Sumber: m.jpnn.com

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan