Ini Kaitan Erat Budaya dan Digitalisasi di Era Serba Teknologi

  • Bagikan
X

Duniagital.com, Jakarta - Budaya dan digitalisasi sering dipandang sebagai sesuatu yang terpisahkan, padahal keduanya memiliki keterkaitan yang sangat luar biasa. Terlebih dengan makin meningkatnya pengguna internet di dunia yang kini mencapai 4,7 miliar orang. 

"Budaya digital dijadikan concern supaya kita bisa lebih cakap digital karena kita bisa melihat fenomena tantangan dunia digital," kata Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Al-Azhar Indonesia, Cut Meutia Karolina saat webinar Literasi Digital wilayah DKI Jakarta dan Banten pada Jumat (29/7/2022), dalam keterangan tertulis yang diterima.

Lebih lanjut dia mengatakan, ada berbagai tantangan yang dihadapi dengan adanya digitalisasi seperti mengaburnya wawasan kebangsaan, menipisnya kesopanan dan kesantunan, hingga menghilangnya budaya Indonesia karena arus informasi dan globalisasi. Di mana media digital justru menjadi panggung bagi budaya asing. 

Adapun menurut Cut Meutia, budaya digital adalah budaya Pancasila. Setiap pengguna harus menjadikan nilai-bilai Pancasila dan Bhineka Tungga Ika sebagai landasan dalam bermedia digital. Bahkan Gen Z pun harus dapat bertoleransi di media digital. Di mana berdasarkan sila kedua Pancasila ada nilai kesetaraan. Rasa tenggang rasa, toleransi, empati, tolong menolong, lebih mementingkan kepentingan bersama dibanding pribadi atau kelompok sebagai nilai yang ada di dalam Pancasila. 

Bukan hanya itu, dengan pemahaman akan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tungga Ika pengguna juga bisa menjadi individu yang lebih mencintai produk dalam negeri. Terkait hal tersebut maka media digital juga akan digunakan sebagai sarana untuk mempromosikan budaya serta produk dalam negeri dan kegiatan produktif lainnya. 

Merespons perkembangan Teknologi Informasi Komputer (TIK), Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Sumber: genpi.co

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan