Tips Bertransaksi Online dengan Bijak dan Beretika

  • Bagikan
X

Duniagital.com, Jakarta - Masyarakat yang hidup di era teknologi digital sangat terbantu dengan adanya internet. Bahkan saat ini hampir 24 jam individu tidak dapat lepas dari internet, mulai dari bangun pagi hingga akan tidur. 

"Mulai dari mencari informasi, membuka What'sApp kita, komunikasi dengan teman-teman dan keluarga. Kita bekerja , tutorial dan hobi-hobi kita, berbagi, berbagai macam transaksi kita lakukan semuanya di ruang digital," Dosen Praktisi Program Magister UNAIR dan HR Profesional, Rovien Aryunia saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada Minggu (31/7/2022), dalam keterangan tertulis yang diterima.

Namun lebih lanjut dia mengatakan, sama dengan ruang nyata kini kejahatan berpindah ke ruang digital, seperti beredarnya konten negatif, hoaks, ujaran kebencian, penipuan, pencurian data, aksi terorisme, dan pornografi. Sehingga masyarakat perlu beradaptasi dan cakap digital dengan kondisi tersebut agar bisa melindungi dirinya dari hal-hal negatif di internet. 

Setiap orang harus etis di ruang digital, sebab penggunanya ada jutaan hingga milyaran warga digital dengan perbedaan kultural. Bahkan interaksi di dalamnya juga melintasi batas geografis sehingga akhirnya juga melahirkan standart baru dalam hal etika. Termasuk salah satunya dalam transaksi online seperti berbelanja yang kini juga menggunakan platform digital. 

Etika dalam transaksi online meliputi mendaftar dulu dalam platform terkait, mengenali dengan baik seluk beluk fitur yang tersedia, serta memastikan transaksi daring aman. Baik pembeli atau penjual harus memastikan keamanan transaksi, sebagai pembeli sebaiknya mengecek terlebih dulu riwayat pembelian sebelumnya. Kemudian sebagai penjual tentunya harus beretika saat menjawab pertanyaan penjual dan memberikan respons terkait apabila ada komplain pengiriman. Dalam memberikan ulasan, pembeli pun harus memiliki tata kesopanan karena apa yang ditulis juga bisa dibaca pengguna lainnya.

Merespons perkembangan Teknologi Informasi Komputer (TIK), Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Sumber: genpi.co

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan