Waspadai Kejahatan Siber yang Sering Terjadi di Internet

  • Bagikan
X

Duniagital.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 memicu distrupsi pada berbagai sektor kehidupan yang sebelumnya dipicu industri 5.0. Hal ini terlihat dari semakin majunya teknologi cloud computing, Artificial Intelegent (AI), big data analitic, hingga virtual reality yang telah membawa perubahan pada segala aspek kehidupan termasuk dunia pendidikan. 

"Sejak segala sesuatunya digital, kita ditawarkan kemudahan dan kepraktisan dalam melakukan aktivitas," kata Relawan TIK dan Pandu Digital, Tuahta H. Pinem saat webinar Literasi Digital wilayah DKI Jakarta dan Banten pada Rabu (27/7/2022), dalam keterangan tertulis yang diterima.

Namun ada risiko keamanan seperti pencurian data hingga pengambilalihan akun yang bisa merugikan pengguna. Oleh karena itu, warga digital perlu memiliki pemahaman mengenai keamanan digital, yakni proses untuk memastikan penggunaan layanan digital, baik secara daring maupun luring bisa dilakukan secara aman dan nyaman sangatlah penting. Bukan hanya untuk mengamankan data yang kita miliki melainkan juga melindungi data pribadi yang bersifat rahasia.

"Tren-tren identitas yang diupload di media sosial sangat bahaya. Kita juga harus waspada penipuan digital," katanya lagi.

Lebih lanjut dia mengatakan, pengguna harus meeaspadai kejahatan siber yang sering terjadi di internet, seperti pelanggaran privasi, pelanggaran kekayaan intelektual, akses tanpa izin ke sistem layanan komputer karena disusupi tanpa sepengetahuan pemiliknya. Mengamankan data pribadi dapat dilakukan dengan memaksimalkan fitur keamanan yang disediakan oleh penyedia layanan, seperti penggunaan password yang tidak mudah ditebak, serta mengaktifkan fitur 2 faktor autentifikasi. 

Merespons perkembangan Teknologi Informasi Komputer (TIK), Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Sumber: m.jpnn.com

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan