Kemendag Naikkan Pengali Ekspor Minyak Sawit dari Sebelumnya, Jadi Berapa?

  • Bagikan
X

Duniagital.com, Jakarta - Sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Nomor 14/DAGLU/KEP/07/2022 tentang Penetapan Rasio Pengali Besaran Volume Pemberian Persetujuan Ekspor (PE), Crude Palm Oil (CPO), Refined Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO), Refined Bleached and Deodorized Palm Olein (RBD Palm Olein), dan Used Cooking Oil (UCO) telah menetapkan rasio pengali ekspor menjadi 9 kali lipat, dari sebelumnya 7 kali lipat.

Sesuai Pasal 1 beleid tersebut, telah menetapkan jumlah alokasi PE, CPO, RBD Palm Olein, RBDPO, dan UCO yang diberikan kepada eksportir dengan rasio 9 kali dari besaran bukti pelaksanaan distribusi kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) untuk CPO dan minyak goreng curah dengan harga penjualan di dalam negeri (DPO) yang dilaporkan melalui SIMIRAH 2.

"Serta disampaikan kepada Lembaga National Single Window untuk menjadi referensi pada Sistem Indonesia National Single Window (SINSW) dalam validasi pengajuan Persetujuan Ekspor," dilansir dari laman InfoSAWIT pada Selasa (2/8/2022). 

Sementara itu, dalam Pasal 3, ketentuan mengenai penetapan besaran rasio pengali sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU diberlakukan terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2022.

Dengan demikian saat Keputusan Direktur Jenderal ini mulai diterapkan, Keputusan Direktur Jenderal Nomor 13/DAGLU/KEP/07/2022 tidak lagi berlaku, dimana Surat Keputusan Direktur Jenderal Perdagangan Luar negeri tersebut terbit pada 29 Juli 2022 lalu.

Sumber: republika.co.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan