EBT Menjadi Keharusan Jika Indonesia Ingin Selamat

  • Bagikan
X

Duniagital.com, Jakarta - Senjangnya konsumsi energi Indonesia jika dibandingkan dengan produksi harus menjadi salah satu titik balik untuk beralih ke energi baru terbarukan (EBT) di kemudian hari.

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengatakan, kondisi keberadaan energi fosil yang melingkupi minyak, gas, dan batu bara sudah sangat terbatas, maka dari itu beralih menjadi suatu keharusan.

"Untuk masuk ke EBT itu sebuah keharusan kalau Indonesia mau selamat," ujar Sugeng saat dikonfirmasi Duniagital.com, Kamis (4/8/2022).

Sugeng menyebut, hal tersebut wajib dilakukan karena keberadaan energi harus dijamin oleh negara, di mana energi dapat dijangkau dengan mudah atau tersedia banyak dan infrastruktur yang lengkap dan juga terjangkau secara harga.

"Artinya murah dalam ukuran ekonomi kita, ketiga juga harus berkelanjutan artinya energi tidak boleh berpengaruh terhadap fluktuasi atau keadaan dunia lain yang memungkinkan energi kita bisa hilang atau tidak stabil, bersih lingkungan menyangkut tentang ekologi," ujarnya.

Sugeng menyebut hal tersebut perlu dilakukan lantaran kondisi minyak di Indonesia sudah sangat terbatas, di mana cadangan minyak hanya menyisakan 2,5 miliar barel. Sedangkan konsumsi minyak terus naik sebagai konsekuensi Indonesia menuju negara maju.

Sumber: genpi.co

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan