Perkembangan Kasus Kekerasan Seksual di SMA SPI Malang, Ini Langkah KemenPPPA

  • Bagikan
X

Duniagital.com, Jakarta - Sidang perkara kekerasan seksual dengan terdakwa pemilik SMA SPI Julianto Eka Putra (JE) kembali digelar, Rabu (3/8/2022). Agenda sidang tersebut merupakan pembacaan Pledoi atau pembelaan.

Tim kuasa hukum terdakwa menyebutkan, setidaknya ada 300 lembar lebih nota pembelaan yang dibacakan. Pihak kuasa hukum yakin bahwa kliennya tidak bersalah jika didasarkan pada deretan bukti dan kesaksian selama persidangan selama ini.

Terkait perkembangan kasus tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyebut pihaknya terus memantau. Perwakilan KemenPPPA akan hadir pada sidang-sidang berikutnya untuk memastikan perlindungan dan pemenuhan hak korban.

"KemenPPPA akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, dari proses hukum hingga reintegrasi sosial saksi korban ke lingkungan masyarakat," kata Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KemenPPPA Ratna Susianawati dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (3/8/2022).

Ratna menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut agar terdakwa JE dapat dijatuhkan hukuman pidana penjara selama 15 (lima belas) tahun serta tuntutan pembayaran restitusi kepada saksi korban.

Meskipun belum diputuskan, tuntutan ini merupakan angin segar setelah cukup lama bersama-sama instansi terkait lainnya memperjuangkan keadilan bagi korban atas kasus kekerasan seksual ini. Ratna mengaku lega atas tuntutan JPU tersebut dan berharap agar penjatuhan hukuman dapat segera diputuskan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Malang.

Sumber: genpi.co

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan