Soal SBY yang Sebut Pilpres 2024 Bisa Berjalan Tak Jujur, Herzaky: Kami Tak Sebut Pemerintah atau Tokoh Tertentu

  • Bagikan
X

Duniagital.com, Jakarta - Mengenai pidato Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang menyebut pemilihan umum (Pemilu) 2024 bisa berjalan tak jujur dimaksudkan bukan kepada pemerintah atau tokoh tertentu. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, ia menjelaskan bahwa pidato SBY sifatnya tertutup dan hanya disampaikan kepada kader partainya. 

Meski begitu, ia menyampaikan pidato tersebut bukan pernyataan yang menuduh pemerintah.

"Yang disampaikan Pak SBY itu bukan terkait dengan potensi kecurangan, tetapi lebih kepada potensi ketidakadilan. Jadi masih dibedakan nih kecurangan dan ketidakadilan gitu, dan kami tidak menyebut pemerintah atau satu sosok tertentu," ujar Herzaky kepada wartawan, Minggu (18/9/2022).

Pidato SBY katanya, merupakan harapan dari Partai Demokrat agar Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 tak diikuti oleh dua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Tujuannya untuk mencegah polarisasi di masyarakat.

"Kami juga terus berupaya agar tidak hanya dua pasangan calon, mengapa dua pasangan calon? Kita tahu akibatnya 2014-2016 polarisasi yang luar biasa. Nah kita tidak mau ini terjadi gitu ya kita ingin ada peluang yang lebih besar buat semua, mau tiga sama empat ya silakan saja," jelas Herzaky.

Sumber: republika.co.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan