Tito Bolehkan Pj Kepala Daerah Mutasi Hinga Berhentikan ASN, Achmad Nur Hidayat: Ngawur!

  • Bagikan
X

Duniagital.com, Jakarta - Kebijakan pemilu serentak di 2024 berdampak pada sejumlah posisi kepala daerah yang tahun 2022 ini habis masa jabatannya diisi oleh para Penjabat atau PJ.

Mengenai perkembangan yang ada, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 821/5292/SJ yang memberikan wewenang pelaksana tugas (Plt), penjabat (Pj), maupun penjabat sementara (pjs) kepala daerah untuk memutasi hingga memberhentikan ASN tanpa perlu mendapatkan izin dari Kemendagri.

Mengenai keputusan Tito untuk memberikan kuasa yang cukup luas bagi para pengisi posisi kepala daerah ini, Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute Achmad Nur Hidayat angkat suara.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1647729625996-0'); }); Menurut Achmad, kebijkaan tersebut tidaklah tepat bahkan cenderung ngawur.

“Pemberian wewenang dalam SE ini tentu saja ngawur. SE yang dikeluarkan oleh Mendagri tersebut sangat menyalahi dari filosofi dan konsep bernegara dan pemerintahan yang baik karena Mendagri tidak boleh mengeluarkan aturan tersebut,” ujar Achmad dalam keterangan resmi yang diterima redaksi wartaekonomi.co.id, Senin (19/9/22).

Bukannya tanpa alasan, menurut Achmad PLT kepala daerah hanya menggantikan untuk persoalan-persoalan administrasi bukan sovereignty (kedaulatan). Dalam alam demokrasi, Kedaulatan diperoleh melalui pemilihan umum langsung.

Sumber: wartaekonomi.co.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan