Awas! Rusia Siapkan Hukuman yang Bikin Pelaku Kejahatan di Masa Perang Gak Berkutik

  • Bagikan
X

Duniagital.com, Moskow - Majelis rendah parlemen Rusia, Duma, mengadopsi amandemen KUHP pada Selasa (20/9/2022), yang akan menjatuhkan hukuman lebih keras untuk kejahatan yang dilakukan selama “masa perang”, “hukum militer” atau “periode mobilisasi.”

Perubahan yang disarankan termasuk hukuman yang lebih keras untuk penjarahan atau AWOL selama masa perang, atau melakukan kejahatan apa pun selama periode mobilisasi militer. Mereka juga mengkriminalisasi sabotase kontrak pertahanan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1647729625996-0'); }); Dilansir RT, RUU itu diperkenalkan pada Selasa dan dengan cepat disahkan oleh Duma dalam tiga pembacaan. Majelis tinggi parlemen, Dewan Federasi, diperkirakan akan meloloskan undang-undang tersebut secepatnya pada Rabu (21/9/2022), menurut Senator Andrey Klishas, yang mengetuai Komite Dewan untuk Legislasi Konstitusi dan Pembangunan Negara.

Perubahan yang diusulkan dalam RUU tersebut memperluas bagian kode yang menggambarkan kejahatan seperti ketidakpatuhan terhadap perintah yang sah, atau pelanggaran peraturan militer oleh personel militer.

Kejahatan-kejahatan semacam itu yang dilakukan di masa perang atau selama konflik bersenjata akan dihukum dengan hukuman penjara yang lebih lama daripada selama masa damai, jika amandemen itu mulai berlaku.

Misalnya, meninggalkan dinas secara singkat tanpa cuti resmi dapat membuat seorang prajurit masuk unit disipliner selama satu tahun.

Sumber: wartaekonomi.co.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan