Kendala Satukan 2 Partai Opoisi dan 1 Partai Pemerintah demi Duet Anies-AHY, Pengamat Kasih Peringatan Keras: PKS Kebanyakan Drama

  • Bagikan
X

Duniagital.com, Jakarta - Duet Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diyakini bisa tercapai dengan terbentuknya koalisi antara NasDem, Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, bukanlah hal mudah untuk merealisasikannya.

Menanggapi peluang terwujudnya duet Anies-AHY, Ketua DPP NasDem, Willy Aditya, mengaku tidak ingin ada istilah "kawin paksa".

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1647729625996-0'); }); "Pak Surya ingin mengajak ketika duduk itu ketemu PKS, Demokrat. Ya, kita berbicara our problem, problem kita apa sih? Ini bukan masalah kawin-kawinan. Toh sekarang NasDem nggak punya handicap dengan siapapun," beber Willy, di Jakarta, kemarin.

Diketahui, NasDem memang memegang tiga nama hasil rakernas: Anies, Ganjar Pranowo, dan Andika Perkasa. Ketiganya dianggap memiliki modal yang mumpuni. Namun, bukan hanya nama, termasuk strategi untuk keluar dari fragmentasi yang ada.

"Jadi it is not only about person. Kami selalu simplify itu pada orang-orang. Itu cara berpikir politik yang Pak Surya lakukan dan ajarkan pada kami," pesan Willy.

Juru bicara PKS, M Kholid memahami sikap NasDem. Dari ketiga partai yang tengah menjajaki untuk berkoalisi, hanya NasDem yang berada di lingkaran Pemerintah. Sementara, PKS dan Demokrat merupakan oposisi. Dengan begitu, perlu waktu untuk menyamakan pandangan ketiganya.

Sumber: rm.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan