Sindir Jokowi, Strategi AHY Naik Kelas

  • Bagikan
X

Duniagital.com, Jakarta - Pengamat politik Lucius Karus menilai tindakan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono membandingkan pembangunan infrastruktur era Susilo Bambang Yudhoyono dengan era Joko Widodo hanya untuk cari sensasi agar diakui oleh publik.

"Saya kira motif utama tentu dalam rangka pengakuan. Dengan langsung mempertentangkan dua sosok capres, AHY ingin terlihat ada pada level yang sama dengan dia, sosok yang dia perbandingan itu," ujar Lucius kepada wartawan.

Lucius menilai publik masih meragukan kemampuan AHY sebagai capres atau cawapres. Hal itu pun terlihat dari hasil survei sejumlah lembaga. Sehingga, dia menyebut AHY mengambil langkah dengan menyentil Jokowi agar mendapat perhatian publik.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1647729625996-0'); }); "AHY yang sudah digadang-gadang menjadi capres atau cawapres oleh Demokrat merasa belum cukup dianggap serius oleh publik. Hasil survey juga membuktikan itu. Strategi langsung menentil presiden sekarang nampaknya demi kebutuhan AHY sebagai capres atau cawapres partai Demokrat," ujarnya.

Terkait dengan data capaian infrastruktur, Lucius melihat AHY perlu lebih teliti. Sebab, apa yang disampaikan AHY dinilai kampanye hitam atau hoaks.

"AHY memang harus berani tampil beda. Sayangnya ya mesti harus dengan argumentasi dam basis data yang akurat agar tak dianggap black campaign atau hoaks," ujar Lucius.

Sumber: wartaekonomi.co.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan